CERITA DEWASA TERBARU 2012

Sunday, January 29, 2012

Gudang Untuk dewasa khusus 17tahun keatas

Cerita Dewasa Indonesia Terbaru 2012 SEMUA di 


http://cerita17tahun.mobi - Kumpulan cerita 17tahun.

http://ceritangentot.mobi - Kumpulan cerita Ngentot

http://cerita-seks.mobi - Kumpulan cerita seks Indo

http://fotobugil.mobi - Kumpulan foto bugil indonesia

http://ceritaseru.mobi - Kumpulan Cerita Seru Indonesia 2012

http://cerita.mobi - Kumpulan Cerita Indonesia

http://ceritamesum.mobi - Kumpulan cerita mesum indonesia


http://ceritalucu.mobi - kumpulan cerita lucu indonesia

http://ceritasex.mobi   - kumpulan cerita sex indonesia.

Saturday, March 5, 2011

Cerita untuk dewasa cewek oke

Cerita untuk dewasa ini  boleh di baca di http://ngentot.prohost.mobi 
Cerita Seks Terbaru
http://ceritaseks.prohost.mobi/

Cerita Dewasa Terbaru Indo
http://ceritadewasa.prohost.mobi/

Cerita Ngentot Indo 2011
http://ngentot.prohost.mobi/


Lagi Cerita Ngentot Yang Enak
------------------------------------

Baca Cerita 17tahun
http://cerita17tahun.mobi/


 Ini adalah pengalaman waktu saya baru kerja di daerah kuningan. Saya masih ingat waktu itu awal April 1999, Jam sudah menunjukan jam 12.30 siang. Saya pergi ke tempat makan siang yang rada sepi. Pas sehabis lihat-lihat menu siang, saya lihat ada perempuan yang oke punya. Tingginya sekitar 170 cm, pakai sepatu yang haknya 7 cm. Rambutnya yang lebat di cat merah, panjangnya sepinggang. Bodinya yang molek juga motul (montok betul) dan kulitnya yang putih bersih, terbalut dengan setelan warna cyan, serta bajunya yang modis pakai belahan dada V yang menyiratkan buah dadanya yang penuh dan pakai rok mini. Yang menambah bikin nafsu kita saja kalau melihat pahanya yang mulus dan betisnya yang panjang.

Yang terbayang sama saya waktu itu bodinya yang menggiurkan dan payudaranya yang besar. Bayangkan ini perempuan ukurannya 36D 24 32, saya tegur itu perempuan, saya tanya ke dia, "Makan sendiri saja?" Dia tersenyum manis sekali, "Iya", katanya, saya lihat matanya yang kelihatan ngesex sekali mengerling genit sambil senyum-senyum simpul penuh arti. Saya balas senyumnya. Sambil mengenalkan diri ke dia. Oh iya, namanya Katryn (nama samaran).

Lantas kita duduk makan siang sama-sama. Dia duduk di seberang saya, kita duduk berhadap-hadapan, dari hadapannya saya bisa mengintip ke isi belahan buah dadanya. Dia tambah salting saja sambil tersenyum risih menyadari pandangan saya yang nggak lepas-lepasnya dari dia punya barang. Pembicaraan kita masih biasa-biasa saja.

Tiba-tiba saya merasa di betis kaki saya sudah ada yang mengusap-usap lembut sekali, dan terus ke atas sampai ke ruitsluiting celokan saya, pas saya lihat, gila.. nih kaki telanjangnya sebelah kanan yang putih mulus sudah menyebrang sampai di atas "penis" saya. Kemudian pembicaraan kita beralih ke hal-hal yang menjurus-jurus dan berbau seks dan menyimpang.
Ngobrol punya ngobrol, sudah jam 02.30 siang, saya pikir wah kalau balik ke kantor nggak mungkin, mending sekalian saja baliknya besok.
"Habis ini mau kemana?" tanya saya.
"Nggak tau nih.. habis lunch saya bebas sih sampai selesai cuti."
"Loh napa cuti?" tanya saya.
"Iya bosen sih kerja rutin terus nggak ada variasi", katanya.
"Cuti berapa hari?" tanyaku.
"Yah 2 hari saja, besok sama lusa", jawabnya.
"Kebetulan nih", pikir saya.
"Kita check in saja yuk!" katanya."
"Apa sih?" kata saya belaga bego.
"Sudah ikut saja", sahutnya cepat-cepat.

Dalam perjalanan dan di sela-sela lampu merah kita berdua beraksi, dia menuntun tangan saya untuk membelai-belai CD dan bra-nya sedang dia selalu melumat-lumat bibir dan mengulum-ngulum lidah saya.

Akhirnya kita check-in di hotel "S" di bilangan segitiga emas Jakarta memakai KTP Nasional saya, setelah beres urusan check in, kita masuk ke kamar. Katryn bilang bahwa dia mau mandi dulu, terus saya tahan dia, saya bilang, "Nggak usah ah!, lama nanti..!" kata saya. Sambil memeluk Katryn serapat-rapatnya saya peluk dia erat-erat dan saya kecup serta mendaratkan ciuman-ciuman ke bibirnya yang merah basah. Katryn juga nggak kuasa buat menahan ciuman saya lama-lama, Katryn balas ciuman saya. Katryn pagut lidah saya dalam-dalam sementara tangannya melingkar di leher saya. Lantas saya pegang payudaranya yang hangat, dia tersenyum hangat dan menekan tubuhnya ke tubuh saya hingga buah dadanya yang tergencet menyembul keluar, "Suka khan?" katanya sambil memainkan dan melepaskan kancing-kancing bajunya, dengan tangan gemetaran saya bantu dia untuk melepas kancingnya satu per satu. Kaus dalam putihnya saya lepaskan sampai tinggal bra-nya yang tipe cup, saya rengkuh sekali gasak lepas sampai itu payudaranya yang besar, mancung dan kencang menantang lepas bebas, lantas saya remas-remas payudaranya sampai Katryn belingsatan keenakan.

Saya jilati puting payudaranya yang berwarna pink kecoklatan dan semakin lama semakin mengeras, saya tinggalkan cupang sebanyak-banyaknya, di kiri kanan payudaranya yang kenyal dan di perut dan pusar, lantas sambil cium-ciumi mengarah ke bawah, saya ploroti roknya hingga tinggal CD-nya yang berwarna merah darah, saya ciumi CD-nya. Saya lihat mukanya yang sudah merah, sekali-sekali saya lihat Katryn sudah menelan air liurnya tanda nafsunya sudah naik.

Katryn sudah tidak sabar untuk melepas semua kemeja saya, Katryn merenggut kerah saya sampai kancing-kancing kemeja saya hampir lepas semuanya. Sambil ciuman dia lepas underwear dan buka belt celokan saya. Saya juga buka ritsluiting celokan saya. sampai kita berdua sudah bugil.

Saya bopong dia ke atas tempat tidur sambil meneruskan ciuman saya dan mengulum bibir dan lidahnya yang terasa nikmat di mulut. Dia dorong badan saya ke atas spring bed, kemudian dia menjilati seluruh atas badan saya, saya merasa kegelian dijilat-jilat dan dicium-ciumi kayak gitu. Geli ah..!

Saya ambil inisiatif, saya cumbu dia mulai dari bibirnya yang basah, tangan saya mulai mengelus-elus ke pinggulnya, jari-jari saya mulai membelai-belai vaginanya, pas sampai di clit-nya dia menggeliat, kejutan ini membuat saya tambah terangsang melihat nafsu berahinya yang sudah menggebu-gebu karena bibir dan liang vaginanya sudah mulai basah dan hangat waktu saya tekan-tekan jari-jari saya ke dalam liang vaginanya, dia merem melek menikmati cumbuan-cumbuan saya di bibirnya. Semakin lama jari-jari saya semakin cepat bergerak-gerak membelai-belai bibir dan liang vaginanya, terus dia mengangkat-angkat pantatnya menyambut ketrampilan jari saya. Dia merintih-rintih, "Aahhnnggh.. huuahhngghh.. sudah.. sudah.. saya sudah nggak tahan.. pakai penis kamu saja.. cepet ngentotin saya dong.." katanya. Kasihan juga saya melihatnya. Akhirnya saya masukan penis saya perlahan-lahan ke dalam liang vaginanya yang sudah licin, "Oh nikmat banget..", katanya. Saya teruskan penetrasi saya ke liang vaginanya, "Uhmm sempit amat nih vagina", pikir saya. "Ayo dong masukin yang dalam..", dia mendesah sambil menahan napas, tangannya terus menjaga dan membimbing "penis" saya berlabuh di vaginanya. Saya senggamain nih perempuan dan saya merasa ini vagina becek sekali. Kalau penetrasi licin begini saya tambah speed, goyangan saya semakin kencang, dia membalas iramanya dengan mengiringi goyangan saya. "Oh, augh genjot terus, yang keras dong.." katanya saya dengar desahannya. "Owhh.. hhahh.. nghhahh goyang yang keras! hhahh ennakkhh.. mmhh enakkh.."

Terus Katryn bilang, "Mau spank nggak?" katanya. "Apa tuh", kata saya. Katryn membimbing saya mencabut penis saya dari vaginanya terus dia jepit penis saya pakai payudaranya yang besar, terus dia bekap payudaranya di antara penis saya di sela-sela payudaranya. "Sudah, goyang dong.." katanya saya langsung mengerti maunya dia apa, langsung saya tarik dan sodok penis saya di sela-sela payudaranya yang kenyal dan hangat. Pas penis saya mau dekat ke mulutnya, dia jilat-jilati kepala penis saya, ih merinding saya merasakan kenikmatan yang luar biasa. "Oooh! Yeaach..!" dia menggelinjang-gelinjang keenakan. Saya minta dia sekarang yang di atas, "Yeah this is it, this is all i want i want to get on top of you", katanya. Akhirnya dia berjongkok dan nangkring tepat di atas penis saya, perlahan-lahan dia pegang penis saya dan dia tembak tepat di lubang vaginanya, perlahan-lahan pinggulnya mulai bergoyang-goyang hebat. Dia putar-putar pinggulnya seperti sekrup. Katryn memang ahli kalau bersetubuh dari atas. Dia terus goyang naik turun membuat nikmat penis saya, lantas dia mulai mencumbu dan mengulum bibir saya. Wah, rasanya nikmat banget, sampai saya rasanya sudah mau keluar terus saya tahan saja sedikit. Saya jambak rambutnya yang panjang dan saya tarik sampai bisa saya remas payudaranya yang besar. Geli juga waktu rambutnya yang panjang kena tangan saya, lantas saya singkap rambutnya ke samping dan ke belakang sambil membelai-belai rambutnya ke belakang. Lantas dia mainkan sendiri nipplenya, dia tarik-tarik seperti catapult, sedang saya mengelus-elus punggung dan pantatnya yang halus. Di sela-sela rambutnya yang terurai berantakan dan peluhnya yang sebesar jagung.

Dia bergoyang terus, lalu dia bilang, "Capek ah di atas", Katryn cabut vaginanya dari penis saya yang menancap tegak lurus, kemudian pelan-pelan Katryn mengelus-elus penis saya yang sudah mulai menegang, terus dia kocok pelan-pelan penis saya pakai tangannya yang putih montok terus dia kocok-kocokan sampai penis saya sudah berdiri tegak, sebentar-sebentar dia genggam, kemudian dia cium-ciumi penis saya, nggak lama kemudian dia mulai mengulum-ngulum batang penis saya. Ehmm.. nikmat memang kalau memainkan mukanya yang cantik, tapi rambutnya yang panjang menjuntai-juntai terurai bebas kena penis saya, membuat saya tambah terangsang dan kegelian. Dia ludahi penis saya, "Saya suka penismu, boleh kan saya jilati bijinya.." lantas dia mulai mengulum-ngulum biji-biji balon di bawah batang penis saya, terus dia gigit-gigit kecil. Gigitannya yang kecil-kecil ini yang membuat saya meringis kenikmatan campur kesakitan yang bikin saya takluk sama dia.

Terus Katryn ganti posisi doggy style, menunggu penis saya masuk ke vaginanya, akhirnya pelan-pelan dia bimbing penis saya masuk ke vaginanya. Saya dorong penis saya maju mundur, "Terus dong tekan, jangan berhenti" katanya. Saya goyang terus keenakan sambil terus saya elus-elus pantatnya, wah ini pantat bulat sekali, saya suka melihat ini pantat menari-nari indah, merasa keenakan pakai penis saya. Di depan mata saya saya lihat ada lubang lagi di atas vagina yang saya sodok, saya selipkan saja jari-jari saya di lubang itu. Saya lihat dia diam saja, dia merintih kenikmatan dan dia terus mendorong-dorong pantatnya ke belakang dan naik turun membuat saya merasa mau keluar lagi, buru-buru saya cabut penis saya dari lubang vaginanya, dia kaget. Sebelum dia berbicara apa-apa, saya cumbu dan kulum bibirnya sehingga dia yang merasa clit-nya yang sudah mulai horny lagi dia masih minta di teruskan doggy style-nya karena belum tuntas.

Katryn mendesah-desah kencang sekali. Saya bilang, "Ganti posisi yah..?" akhirnya kami sepakat lewat anal, saya mengambil inisiatif memindahkan penis saya to her ass hole. pelan-pelan saya masukan, penis saya to her ass sambil saya remas-remas pantatnya yang bulat dan sekal. Saya lihat dia memejamkan mata merasakan penis saya di lubang ass-nya. Dia sudah nggak sabar mulai menggerak-gerakan pinggulnya ke arah penis saya, saya sodok lubang ass-nya semakin lama semakin kencang goyangan dan sodokan saya, saya goyang pinggul saya ke kiri dan ke kanan, dia juga berbuat yang sama mengikuti irama persis seperti saya. Saya remas-remas lagi buah dadanya yang kenyal, dia menjerit "Auhgh, sialan!" Wah, dia kenapa nih? Saya cubit putingnya keras-keras, "Ooowhh.. goyangin terus, cepat, jangan berhenti" katanya. Saya pikir saya nggak mau lama-lama main di ass karena bisa-bisa saya ketagihan. Saya cabut penis saya lagi dan pindah ke vaginanya dan melanjutkan doggy style, saya goyang semakin lama semakin kencang, dia juga balas tambah kenceng. Dia minta goyang yang keras dan kasar sampai dia merasa kesakitan. Saya turuti apa maunya. Makin lama goyangan kita semakin kencang, "Gue mau keluar.." saya berbisik bilang ke Katryn.

Tiba-tiba dia berhenti terus mencabut vaginanya dari penis saya, sampai saya kaget, "Tenagnaja kita keluarin barengan", saya terkejut mendengarnya, "Gila nih cewek.. maniak seks kali ya? kamu nggak takut kena penyakit apa gitu..?" tanya saya. Katryn bilang biar awet muda dan supaya kulitnya jadi halus katanya. Saya sih antara percaya dan tidak percaya saja, mungkin cuma alasan dia untuk menelen sperma saja, pikir saya, "Dasar! kebanyakan makan sperma, nyaho nanti kamu?" saya ingatkan ke dia. "Biar saja.., kamu suka ngeliatnya khan?" dia balik bertanya. "Iya juga sih", sahut saya. "Sudah diem kamu!" katanya sambil melanjutkan nafsunya buat menghisap penis saya yang masih tegak dan kepingin keluar. Saya bantu dia dengan menekan-nekan kepalanya. Saya lihat dia dengan tekun menambah nafsu saya sampai ke ubun-ubun. Saya lihat kepalanya yang naik turun dengan indah menghisap-hisap penis saya yang sudah hampir meledak-ledak, dengan bibirnya yang semakin cantik kalau lagi kembang-kempis, dia hisap sambil sekali-sekali menjilat-jilat pinggir batang penis saya pakai lidahnya yang liar dan ganas. Ini memang pemandangan indah yang tidak bisa dilupakan. Saya belai-belai saja rambutnya, sementara dia lagi sibuk menekuni penis saya.

Tiba-tiba penis saya tambah menegang dan crott.. Crott.. sperma saya muncrat di dalam mulutnya, terasa sperma saya mengalir di dalam mulutnya. Pasti benar ada yang Katryn telan, terus dia membuka mulutnya sambil menunggu sperma-sperma saya mendarat di ujung lidahnya, setelah selesai muncrat lalu dia menjilat-jilat kepala penis saya sampai bersih sekali hingga tinggal sisa-sisa cairan ludahnya saja yang menempel. Mukanya yang sudah memerah dan ngesex sekali membuat saya tambah nafsu lagi sama dia, saya sodok-sodok saja penis saya ke mukanya lagi, saya dorong-dorong saja kepalanya terasa dengusan napasnya yang terengah-engah yang hinggap di batang penis saya.

Setelah itu Katryn minta gantian supaya dihisap clit-nya sama saya, maksudnya jadi posisi 69. Mulai sudah saya jilat-jilati clit-nya pakai ujung lidah saya, nggak kebayang deh rasanya, terus saya cium-ciumi vaginanya, memang ada baunya yang khas, "mmhmmh.. nikmat sekali bikin gue ketagihan" Saya mulai makan vaginanya saya gigit-gigit kecil. Katryn kelihatan mulai sempoyongan dan mulai menjerit-jerit keenakan, "Huuaahh.." jeritannya yang keras membuat saya tambah nafsu dan kemudian saya percepat gerakan lidah saya yang menjilat-jilat clit-nya, semua clit-nya yang sudah basah membanjiri vaginanya habis saya jilat, "Eenngghh.. hhngg.. haanngghh!"

Kemudian Katryn berhenti dan minta penis saya dimasukan lagi ke vaginanya. Saya menurut saja, padahal penis saya sudah mau relaks. Dengan susah payah kita berdua berusaha memasukan penis saya ke vaginanya. Setelah berhasil, dia mencoba menggoyang-goyangkan pinggulnya sedikit tapi akhirnya saya diamkan saja, dia kerja keras sendirian sampai dia lemas sendiri tapi dia tidak mencabut vaginanya dari penis saya. Saya juga begitu, habis rasanya "nikmat" sih. Jelas kita sepakat mempertahankan "status quo" seperti begini penis saya di vaginanya, vaginanya di penis saya. Tidak lama kemudian badan dan penis saya sudah lemas, tapi dia masih nafsu saja sama saya, akhirnya saya minta istirahat sambil cium-ciuman sama dia. Dia mengulum bibir saya lama-lama, terus saya juga membalas sambil memainkan lidah kita berdua, benar-benar mengasyikkan.

6 menit kemudian penis saya mulai menegang lagi, dia teriak kegirangan, "hhaahh, dia minta spank lagi. Terus saya tindih badannya, saya di atas dia di bawah. Gerakan dan goyangan kita semakin lama semakin kencang, tidak lama kemudian saya mulai terasa mau keluar lagi, "Gue mau keluar lagi.." "Keluar lagi?" tanyanya sambil mengerling genit ke saya, terus Katryn bilang ke saya Hun, "Gimana rasanya, nikmat kan.." "Maksudmu?" saya tanya ke dia, "Enak banget, sedot yang kuat dong.." saya menyahut. Saya pikir, "Oke deh kalau itu maumu.." Katryn berhenti lagi, lalu dia menghisap dan melahap habis penis saya sambil dia mengkocok-kocok penis saya. Saya bilang ke dia, "Stop, I'm cumming.." saya cabut penis saya dari mulutnya yang rakus, saya kocokan penis saya sampai mau keluar saya keluarkan sudah sperma saya di atas breastnya yang bulat dan montok sekali. Itu sperma muncrat dan mendarat di mukanya, membasahkan semua mukanya, leher, rambut, dada, dan nipplenya. "Wow, banyak banget.." katanya terus dia gosok-gosokan sperma-spermanya pakai tangan ke seluruh badan, terus dia jilat-jilati tangannya sambil senyum-senyum kesenengan. Dengan muka kemerah-merahan

"Saya suka penismu!" katanya. Saya rasa Katryn mengalami multiple orgasme sama saya.

Wednesday, January 26, 2011

Baca Cerita Untuk Dewasa Terbaru 2011 - Cerita Pemerkosaan

Cerita Seks 

yang akan saya coba kupas adalah mengenai cerita seks pemerkosaan yang menjadi sebuah kenikmatan. Gimana cerita sesungguhnya ? simak saja ceritanya sebagai berikut. Suasana haru mengirnigi perceraian ortuku,Itu aku sangat terpuruk atas kejadian naas,aku tak lagi percaya semua itu.Tapi mereka semua tetep suport aku untuk selalu belajar aku menatap kehidupan yang cerah dan terarah.TIdak seperti kisah orang tuaku yang gagal dalam membina rumah tangga,anak nya”aku”menjadi korban atas ke egoisan mereka.Tapi aku terima dengan iklas dengan apa yang sedang menimpaku berharap ada sebuah keajaiban pada akhirnya.Hingga aku berhasil dalam memasuki pergurang tinggi Negri kedua ortu bangga terhadapku,Aku senang walau kadang aku tak percaya bahwa mereka tak bersama kulagi.Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Ayahku yang berkedudukan sebagai seorang pejabat teras sebuah departemen memang memberikan nafkah yang cukup bagiku dan ibuku, walaupun ia bekerja secara jujur dan jauh dari korupsi, tidak seperti pejabat-pejabat lain pada umumnya.
Dari segi materi, memang aku tidak memiliki masalah, begitu pula dari segi fisikku. Kuakui, wajahku terbilang cantik, mata indah, hidung bangir, serta dada yang membusung walau tidak terlalu besar ukurannya. Semua itu ditambah dengan tubuhku yang tinggi semampai, sedikit lebih tinggi dari rata-rata gadis seusiaku, memang membuatku lebih menonjol dibandingkan yang lain. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus.
Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa ditemani ayah atau ibu.
Namun setelah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian dengan duda berputra satu, seorang pengusaha restoran yang cukup sukses, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari orang tuaku. Itupun masih jarang sekali. Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Itu juga setelah dibujuk rayu oleh seorang laki-laki teman kuliahku. Setelah itu aku kapok. Mungkin karena baru pertama kali ini aku pergi ke diskotik, baru saja duduk sepuluh menit, aku sudah merasakan pusing, tidak tahan dengan suara musik disko yang bising berdentam-dentam, ditambah dengan bau asap rokok yang memenuhi ruangan diskotik tersebut.
“Don, kepala gue pusing. Kita pulang aja yuk.”
“Alaa, Mer. Kita kan baru sampai di sini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Rugi kan. Lagian kan masih sore.”
“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”
“Gini deh, Mer. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”
Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.
“Gimana sekarang rasanya? Enak kan?”
Aku mengangguk. Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum. Kurasakan ia memapahku keluar diskotik. “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.
Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang. Kedua belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dadanya. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. “Ouuhhh… Don!” desahku.
Temanku meraih tubuhku yang ramping. Ia segera mendekapku dan mengulum bibirku yang ranum. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. Sementara itu tangannya mulai membuka satu persatu kancing blus yang kupakai. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya. “Don… Ouuhhh… Ouuhhh…” rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.
Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi. Lalu ia menanggalkan celana panjangku. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Matanya terbelalak melihatnya. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda. Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.
“Ouh… Ouuh… Jangan, Don! Jangan! Ouuhhh…” jeritku ketika jari-jemari temanku mulai menyentuh bibir kewanitaanku. Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.
Kepala temanku turun ke arah dadaku. Ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara dua buah gunung yang menjulang tinggi. Aku yang seperti tersihir, semakin menggerinjal-gerinjal dan merintih tatkala ia menciumi ujung buah dadaku yang kemerahan. Tiba-tiba aku seperti terkejut ketika lidahnya mulai menjilati ujung puting susuku yang tidak terlalu tinggi tapi mulai mengeras dan tampak menggiurkan. Seperti mendapat kekuatanku kembali, segera kutampar wajahnya. Temanku itu yang kaget terlempar ke lantai. Aku segera mengenakan pakaianku kembali dan berlari ke luar kamar. Ia hanya terpana memandangiku. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.
Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas. Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.
Sampai suatu saat, tiba-tiba ibuku terkena serangan jantung. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Sejak itu, aku hanya tinggal bertiga dengan ayah tiriku dan Rio.
Sepeninggal ibuku, sikap Rio dan ayahnya mulai berubah. Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio. Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku. Ketika aku terjaga dan memarahinya, Rio malah mengancamku. Kemudian ia bahkan melepaskan celana dalamku. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkanku yang langsung saja merapikan pakaianku kembali. Selain itu, Rio sering kutangkap basah mengintip tubuhku yang bugil sedang mandi melalui lubang angin kamar mandi. Aku masih berlapang dada menerima segala perlakuan itu. Pada saat itu aku baru saja pulang kerja dari kantor. Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran. Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Ingin rasanya aku langsung mandi. Tetapi kulihat pintu kamar mandi tertutup dan sedang ada orang yang mandi di dalamnya. Kubatalkan niatku untuk mandi. Kupikir sambil menunggu kamar mandi kosong, lebih baik aku berbaring dulu melepaskan penat di kamar. Akhirnya setelah melepas sepatu dan menanggalkan blazer yang kukenakan, aku pun langsung membaringkan tubuhku tengkurap di atas kasur di kamar tidurnya. Ah, terasa nikmatnya tidur di kasur yang demikian empuknya. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.
Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara. Orang itu lalu dengan mengendap-endap menghampiriku yang masih terlelap. Kemudian ia naik ke atas tempat tidur. Tiba-tiba ia menindih tubuhku yang masih tengkurap, sementara tangannya meremas-remas belahan pantatku. Aku seketika itu juga bangun dan meronta-ronta sekuat tenaga. Namun orang itu lebih kuat, ia melepaskan rok yang kukenakan. Kemudian dengan secepat kilat, ia menyelipkan tangannya ke dalam celana dalamku. Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok. Aku semakin memberontak sewaktu tangan orang itu mulai mempermainkan bibir kewanitaanku dengan ahlinya. Sekali-sekali aku mendelik-delik saat jari telunjuknya dengan sengaja berulang kali menyentil-nyentil klitorisku.
“Aahh! Jangaann! Aaahh…!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya. Akan tetapi ia mengacuhkanku. Tanpa mempedulikan aku yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan, jari-jarinya terus-menerus merambahi lubang kenikmatanku itu, semakin lama semakin tinggi intensitasnya.
Aku bersyukur dalam hati waktu orang itu menghentikan perbuatan gilanya. Akan tetapi tampaknya itu tidak bertahan lama. Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.
“Rio… Kamu…” Rio hanya menyeringai buas.
“Eh, Mer. Sekarang elu boleh berteriak-teriak sepuasnya, tidak ada lagi orang yang bakalan menolong elu. Apalagi si nenek tua itu sudah mampus!”
Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Keparat.
“Rio! Jangan, Rio! Jangan lakukan ini! Gue kan kakak elu sendiri! Jangan!”
“Kakak? Denger, Mer. Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Yang gue tau cuma papa gue kawin sama nenek tua, mama elu!”
“Rio!”
“Elu kan cewek, Mer. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Bales budi dong!”
“Iya, Rio. Tapi bukan begini caranya!”
“Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Gue tidak mau tau, elu mau kasih apa tidak!”
“Errgh…”
Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Dengan memaksa ia melumat bibirku yang merekah itu, membuatku hampir tidak bisa bernafas. Aku mencoba meronta-ronta melepaskan diri. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. “Akh!” Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya dengan cukup keras. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.
Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur. Demikian juga kedua kakiku, tak luput diikatnya, sehingga tubuhku menjadi terpentang tak berdaya diikat di keempat arah. Oleh karena kencangnya ikatannya itu, tubuhku tertarik cukup kencang, membuat dadaku tambah tegak membusung. Melihat pemandangan yang indah ini membuat mata Rio tambah menyalang-nyalang bernafsu.
Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Satu persatu dibukanya kancing penutup blusku. Setelah kancing-kancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas. Kemudian dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BH-ku, sehingga buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.
“Wow! Elu punya toket bagus gini kok tidak bilang-bilang, Mer! Auum!” Rio langsung melahap buah dadaku yang ranum itu. Gelitikan-gelitikan lidahnya pada ujung puting susuku membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian. Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Semakin keras aku meronta-ronta tampaknya ikatan tanganku semakin kencang. Sakit sekali rasanya tanganku ini. Jadi aku hanya membiarkan buah dada dan puting susuku dilumat Rio sebebas yang ia suka. Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.
“Aaarrghh… Rio! Jangaannn..!” Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku. Ternyata Rio mulai menghujamkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio. Dengan sekuat tenaga ia menambah dorongan kemaluannya masuk-keluar dalam kewanitaanku. Membuatku meronta-ronta tak karuan.
“Urrgh…” Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Karena kelelahan, tubuh Rio langsung tergolek di samping tubuhku yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah.
“Braak!” Aku dan Rio terkejut mendengar pintu kamar terbuka ditendang cukup keras. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.
“Papa!”
“Rio! Apa-apa sih kamu ini?! Cepat kamu bebaskan Merry!”
Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Rio mematuhi perintah ayahnya. Segera dibukanya seluruh ikatan di tangan dan kakiku. Aku bangkit dan segera berlari menghambur ke arah ayah tiriku.
“Sudahlah, Mer. Maafin Rio ya. Itu kan sudah terjadi”, kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.
“Tapi, Pa. Gimana nasib Meriska? Gimana, Pa? Aaahh… Papaa!” tangisanku berubah menjadi jeritan seketika itu juga tatkala ayah tiriku mengangkat tubuhku sedikit ke atas kemudian ia menghujamkan kemaluannya yang sudah dikeluarkannya dari dalam celananya ke dalam kewanitaanku.
“Aaahh… Papaa… Jangaaan!” Aku meronta-ronta keras. Namun dekapan ayah tiriku yang begitu kencang membuat rontaanku itu tidak berarti apa-apa bagi dirinya. Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Ah! Ayah dan anak sama saja, pikirku, begitu teganya mereka menyetubuhi anak dan kakak tiri mereka sendiri.
Aku menjerit panjang kesakitan sewaktu Rio yang sudah bangkit dari tempat tidur memasukkan kemaluannya ke dalam lubang anusku. Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Ayah dan kakak tiriku itu sama-sama menghunjam tubuhku yang tak berdaya dari kedua arah, depan dan belakang. Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri. Aku sudah tidak ingat lagi apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak setelah itu.
Beberapa bulan telah berlalu. Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. Akhirnya aku memeriksakan diriku ke dokter. Ternyata aku dinyatakan positif hamil. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Aku mengandung? Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Aku tidak tahu secara pasti, siapa ayah dari anak yang sekarang ada di kandunganku ini. Ayah tiriku atau Rio. Hanya mereka berdua yang pernah menyetubuhiku. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Yang pasti ia adalah anakku. Lalu apakah ia juga sekaligus adikku alias anak ayah tiriku? Ataukah ia juga sekaligus keponakanku sebab ia adalah anak adik tiriku sendiri?
Tolongkah aku, wahai pembaca yang budiman!

Monday, January 17, 2011

Cerita Untuk Dewasa Terbaru Terhangat di Mobile

Kumpulan Cerita 17 Tahun di http://cerita17tahun.mobi


Juga lawati situscerita untuk dewasa terbaru dan terhangat  terbesar indonesia di
Semoga kalian terhibur ! Salam sayang dariku!  muahhh

Sunday, December 26, 2010

Lagi Cerita Untuk Dewasa Terbaru

Cerita Dewasa terbaru  Gw Krisna. Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di tingkat terakhir di sebuah PTS di Jakarta. Asalku dari Bandung, dimana gw menghabiskan masa anak-anak dan remaja gw,
Cerita Dewasa Terbaru


sampai kemudian gw pindah ke Jakarta empat tahun yang lalu. gw pun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian gw hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. gw pikir tidak mengapa, asal gw bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga gw bisa lulus dan membanggakan kedua orang tugw. Terkadang gw iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll.

Salah satu dari teman kuliahku bernama Kristina. Dia seorang gadis cantik dan kaya. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang gw heran, kok dia bisa tertarik pada gw. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya gw orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya â€Å“cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi. Nggak percuma juga gw sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Bandung dulu.

Kristina dan gw telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku. gwpun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padgw, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi gw memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Kristina pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga gw selalu menolak. Kemana-mana gw selalu menggunakan motor bersama Kristina! Kristina pun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton, gw selalu menolak bila dia akan mentraktirku. gw bilang padanya sebagai laki-laki gw yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Itupun gw lgwkan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.

Kristina adalah gadis baik-baik. gw sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Kristina pernah bilang padgw, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih gwpun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang.

Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu gw ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. gw tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga gw berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.

Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu. Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.

Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung gw menemukan program ini.
Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama gw impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat gw beli. Semakin sering gw mengajak Kristina untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Kristina sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya gw berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah gw jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya gw bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadgw.

Hanya satu saja yang masih kurang. gw belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahgw selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. gw tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.

â€Å“Ya betul… mobil saya memang dijual”. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.
â€Å“Harganya berapa Bu?”
â€Å“Empat puluh delapan juta”
â€Å“Kok mahal sih Bu?”
â€Å“Kondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinil”
Dengan cepat kukalkulasi dangw. Wah.. Untung masih cukup, walaupun gw harus menjual motorku dulu. Tetapi gwpun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu.
â€Å“Alamatnya dimana Bu?”
Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan gw berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah.
*****
Setelah mencari beberapa lama, sampai juga gw di alamat yang dimaksud.
â€Å“Selamat sore” sapa gw ketika seorang wanita cantik membuka pintu.
â€Å“Oh sore..” jawabnya.
gw tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 33 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Susunya yang tampak penuh di balik baju â€Å“you can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, gw bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, pemain sinetron itu!hehehe...
â€Å“Saya Krisna yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”
â€Å“Oh.. Ya silakan masuk.”
gwpun masuk ke dalam rumahnya.
â€Å“Tunggu sebentar ya kris. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”
â€Å“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Bu”
gwpun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.
â€Å“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamgw di ruang tamu
â€Å“Iya Bu.. Hampir selesai sih â€Å“
â€Å“Ayo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi.
Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak sekali rasanya menghilangkan dahaggw.
â€Å“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.
â€Å“Wah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”
â€Å“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.
â€Å“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”
â€Å“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja tante Merry.” jawabnya sambil sedikit tertawa genit.
â€Å“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”
â€Å“Oh begitu..” jawabku.
Kemudian tante Merry tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh gw dibuatnya. Terlebih tante Merry duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
â€Å“Anaknya berapa tante. Terus suami tante kerja dimana?” tanygw untuk menghilangkan kerikuhanku.
â€Å“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.
â€Å“Waduh.. Maaf ya tante”
â€Å“Nggak apa kok kris.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”
â€Å“Sudah, tante”
â€Å“Cantik ya?”
â€Å“Cantik dong tante..” jawabku lagi.
Duh, gw makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Merry kemudian beranjak duduk di sebelahku.
â€Å“Cantik mana sama tante..” katanya sambil tangannya meremas tanganku.
â€Å“Anu.. Aduh.. Sama-sama, tante juga cantik” jawabku sedikit tergagap.
â€Å“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?”.
Sambil berkata, tangan tante Merry mulai berpindah dari tanganku ke pahgw.
â€Å“Belum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan tante Merry yang sedang meremas-remas pahgw.
Jujur saja, sebenarnya gwpun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu gw masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Kristina pacarku. Mendengar kalau gw masih perjaka, tampak tante Merry tersenyum.
â€Å“Mau tante ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahgw, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.
â€Å“Aduh.. Tante.. Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”
â€Å“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi.
â€Å“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi? â€Å“
Tanpa menunggu jawabanku, tante Merry pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu tante Merry. Beberapa menit kemudian, tante Merry kembali membawa minumanku.
â€Å“Ayo diminum lagi” kata tante Merry sambil memberikan gelas berisi sirup padgw.
Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Tante Merry kemudian kembali duduk di sebelahku.
â€Å“Ya sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”
â€Å“Iya tante..” jawabku lega.
â€Å“Kamu ngambil jurusan apa?”
â€Å“Ekonomi, tante”
â€Å“Kenal pacarmu di sana juga?”
Waduh.. gw berpikir kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan.
â€Å“Iya dia teman kuliah”
â€Å“Ceritain dong gimana ketemuannya”
Yah daripada diminta yang nggak-nggak, gw setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Kristina. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi.
Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat. gwpun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.
â€Å“Kenapa kris.. Kamu sakit ya” tanya tante Merry tersenyum sambil kembali meremas tanganku.
Tangannya kemudian beralih ke pahgw dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.
â€Å“Anu tante rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.
â€Å“Tapi enak kan?”
Tante Merrypun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi gw menolak tante Merry. Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.
â€Å“Saya tadi dikasih apa tante” tanygw lirih.
â€Å“Ah.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celangw.
â€Å“Ayo, tante ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.
Tante Merrypun kemudian membuka celangw beserta celana dalamnya sekaligus.
â€Å“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Tante suka tongkol besar anak muda begini”.
Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante Merry merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.
â€Å“Ah.. Tante..” desahku menahan nikmat, ketika mulut tante Merry mulai menghisap dan menjilati penisku.
Tangan tante Merrypun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante Merry bangkit dan menciumiku.
â€Å“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang..” bisiknya.
gwpun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Merry di bagian belakang rumah. Sesampainya gw di kamar, tante Merry kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di Susunya yang membusung.
â€Å“Ayo sayang.. Kamu remas ya”
Kuikuti instruksi tante Merry dan kuremas Susu miliknya. Tante Merrypun terdengar mengerang nikmat.
â€Å“Sayang… tolong bukain baju tante ya”.
Tante Merry membalikkan badan dan gwpun membuka retsleting baju â€Å“you can see”nya. Setelah terbuka, tante Merry kembali berbalik menghadapku.
â€Å“BHnya sekalian donk sayang..” ujarnya.
Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.
â€Å“Aduh.. Kamu lugu amat ya.. Tante suka..” katanya disela-sela ciuman kami.
â€Å“Pengaitnya di depan, sayang..”
Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus Susu tante Merry yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga Susu kenyal itupun seolah meloncat keluar.
â€Å“Bagus khan sayang.. Ayo kamu hisap ya..”
Tangan tante Merry merengkuh kepalgw dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas Susunya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.
â€Å“Ah.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah tante Merry ketika gw mulai menghisap Susunya.
â€Å“Jilati putingnya yang..” instruksi tante Merry lebih lanjut. Dengan menurut, gwpun menjilati puting Susu tante Merry yang telah mengeras.
Kemudian gw kembali menghisap sepasang Susunya bergantian. Setelah puas gw hisapi Susunya, tante Merry kemudian mengangkat kepalgw dan kembali menciumiku.
â€Å“Sekarang kamu buka rok tante ya”
Tante Merry merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. gw terbelalak melihat Tante Merry ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh tante Merry yang padat dengan Susu yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya.
Kembali tante Merry mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan tante Merry lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga Memeknya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.
â€Å“Cium di sini yuk sayang..” perintahnya sambil mendorong kepalgw perlahan.
â€Å“Oh..my god.. Sshh” erang tante Merry ketika mulutku mulai menciumi Memeknya.
Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir Mekinya.
â€Å“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.
Tante Merry lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga gwpun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.
â€Å“Jilat di sini sayang..” instruksi tante Merry sambil tangannya mengusap klitorisnya.
Kujilati klitoris tante Merry. Desahan tante Merry semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalgw. Beberapa saat kemudian, tubuh tante Merrypun mengejang.
â€Å“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.
Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Merry. Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video porno.
â€Å“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.
gwpun kemudian melucuti semua pakaianku. Tante Merry lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.
â€Å“Ciumi susu tante lagi dong yang..”
gw dengan gemas mengabulkan permintaannya. Susu tante Merry yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk gw, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting Susu tante Merry, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. gwpun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.
Tante Merry yang sexy kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari Susunya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Merry menindih tubuh atletisku. Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya.
Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Merrypun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.
â€Å“Sekarang tante pengin ambil perjakamu ya..”
Sambil berkata begitu, tante Merry menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina tante Merry.
â€Å“Uh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..” desah tante Merry sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.
â€Å“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut tante Merry. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.
â€Å“Tante suka.. Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”
Tante Merry terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di Susunya yang bergoyang-goyang berirama. gwpun meremas-remas Susu kenyal itu. Suara desahan tante Merry semakin menjadi-jadi.
â€Å“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”
Tak lama tubuh tante Merrypun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Merry mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh tante Merry kemudian rubuh di atasku. Karena gw belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh tante Merry, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.
â€Å“Oh.. Enak tante.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
â€Å“Krisna mau keluar tante..” katgw ketika gw merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.
â€Å“Keluarin di mulut tante, sayang..”
gwpun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah tante Merry. Tangan tante Merry langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
â€Å“Ahh.. Tante..” jeritku ketika gw menyemburkan air maniku dalam mulut tante Merry.
Tante Merry lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik.

Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.
â€Å“Enak kris?” tanyanya sambil tersenyum genit.
â€Å“Enak tante… memang tante sering ya beginian”
â€Å“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang tante suka saja..”
â€Å“Oh.. Tante sukanya anak muda ya..”
â€Å“Iya kris.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab tante Merry genit.
Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya gw jadi membeli mobil tante Merry itu. Disamping kondisinya masih bagus, tante Merry memberikan korting Lima juta rupiah.
â€Å“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.
Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, gw masih berselingkuh dengan tante Merry yg Hot. Sebenarnya gw diliputi perasaan berdosa kepada Kristina pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, gw jadi ketagihan bermain seks. gw tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, gw terus berhubungan dengan tante Merry! Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga gw sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Kristina untuk menutupi rasa bersalah pada pacarku! wow....ga rugi dech gw beli mobil tante girang ini kerana plus dapat ngentot tante sexy dan Hot ini!